- Kulihat ibu pertiwi
- Sedang bersusah hati
- Air matanya berlinang
- Mas intan yang kau kenang
- Hutan gunung sawah lautan
- Simpanan kekayaan
- Kini ibu sedang lara
- Merintih dan berdoa
- Ibu, adalah sosok yang selalu melindungi dan menyayangi kita, anaknya. Ia akan memberikan yang terbaik untuk kita, anaknya. Bagaimana perlakuan kita terhadap Ibu? Tentu ia akan kita jaga dengan sebaik mungkin. Lalu, bagaimana perlakuan kita terhadap ibu pertiwi? Kenalkah kamu terhadap ibu pertiwi? Ia sudah memberikan kita tempat tinggal yang nyaman dan kaya akan sumber daya alam, ia sudah mengizinkan kita untuk mempergunakan harta yang ia miliki. Lalu, bagaimana perlakuan kita terhadapnya? Kita merusak rumahnya, menyakitinya, merampas hartanya, dan meninggalkan luka. Kini, ibu pertiwi sedang menangis. Ia sedih melihat perlakuan kita terhadapnya. Kelakuan kita seperti anak durhaka. Akankah kita hanya berdiam diri dan menonton kematian ibu pertiwi secara perlahan-lahan?
- Sudah waktunya kita bertobat. Dosa masa lalu biarlah berlalu tapi di masa sekarang harus kita perbaiki. Kita tidak mau melihat kematian ibu pertiwi akibat ulah kita. Apabila ibu pertiwi mati, bagaimana nasib kita anak-anaknya? Perlahan tapi pasti, kita juga akan mati.
- Melalui sedikit tulisan pada blog ini, saya berusaha berbagi tentang cara-cara sederhana memperbaiki lingkungan yang bisa dilakukan oleh kita. Apa saja itu?
- 1.Habiskan makanan dan minumanmu. Apa hubungan makanan dan minuman dengan lingkungan?Oh...ada. Diperlukan proses yang panjang agar makanan dan minuman yang kita konsumsi bisa berada di depan kita. Ada pertanian, peternakan dan perikanan yang diolah, ada pula sumber mata air yang diambil. Untuk membawa itu semua memerlukan bahan bakar yang tidak sedikit jumlahnya.Oleh karena itu, ketika kita tidak menghabiskan makanan dan minuman tersebut, secara tidak langsung kita telah menyia-nyiakan proses tersebut. Padahal, belum tentu orang-orang di daerah tempat makanan dan minuman kita berasal bisa menikmati itu. Bisa saja mereka kesulitan air bersih karena mata airnya diambil agar bisa memenuhi kebutuhan konsumsi kita. Jadi, habiskan makanan dan minuman yang kamu ambil. Anggaplah itu sebagai rasa syukurmu ke pencipta karena kamu masih bisa menikmati itu semua. Oleh karena itu, ambil porsi makanan dan minuman secukupnya.
- 2. Jangan buang sampah sembarangan. Larangan ini pasti sudah sering kamu dengar dan saya yakin, sudah sering pula kamu melanggarnya. Tidak susah kok mematuhi hal ini. Ketika kamu ingin membuang sesuatu tapi tidak ada tempat sampah di sekitarmu, simpan dahulu sampah itu sampai kamu menemukan tempat sampah. Kalau itu sampah basah, kamu bisa menyimpannya untuk sementara waktu di kantong plastik. Baru ketika kamu menemukan tempat sampah, buang sampah tersebut.
- 3. Pergunakan tisu seperlunya. Kenapa? tisu kan murah lagipula ia gampang rusak. Teman, tisu berasal dari olahan kertas dan kertas dari pohon. Sudah berapa banyak pohon yang ditebang hanya untuk memenuhi kebutuhan tisu kamu? Oleh karena itu, efektiflah menggunakan tisu. Biasakan membawa sapu tangan, jadi ketika kamu ingin menyeka keringat, pergunakan sapu tangan tersebut. Selesai cuci tangan, kamu juga bisa menggunakan sapu tangan kamu untuk mengeringkan tangan, lagipula sekarang sudah banyak pusat perbelanjaan, tempat makan, hotel dan berbagai tempat yang menggunakan hand dryer. Pilih alat itu dibanding menggunakan tisu.
- 4. Efektif menggunakan kertas. Sama seperti tisu, kertas pun berasal dari pohon, maka kita harus menggunakan kertas seefektif mungkin. Caranya? jangan buang kertas ketika kamu salah cetak karena umumnya, masih ada sisi kertas yang kosong. Sisi kertas yang kosong itu bisa kamu pergunakan untuk mencetak lagi sesuatu yang tidak terlalu penting, bisa juga kamu pergunakan sebagai kertas buram. Ada lagi hal yang bisa kamu lakukan berkaitan dengan penggunaan kertas. Apabila kamu masih sekolah, ketika naik kelas atau naik semester, jangan langsung buang buku tulis yang sisa halaman kosongnya masih banyak. Lebih baik kamu lipat satu lembar kertas kosong tersebut sebagai pembatas antara semester atau kelas sebelumnya dan kamu bisa pergunakan sisa halaman kosong yang ada. Selain menghemat kertas, apabila kamu lupa pelajaran sebelumnya, kamu bisa dengan mudah melihatnya kan?
- 5. Kurangi untuk membuang plastik. Ketika kamu membeli sesuatu, biasanya ada plastik yang digunakan untuk melindungi benda tersebut dari debu. Buka pelan-pelan plastiknya agar tidak robek dan simpan kembali dengan rapi. Suatu saat pasti kamu akan membutuhkan plastik-plastik tersebut. Dengan melakukan ini, kamu secara tidak langsung mengurangi limbah plastik.
- 6. Kurangi menggunakan kemasan dari styrofoam. Ketika membeli makanan baik itu mentah maupun matang, hindari untuk menggunakan kemasan yang terbuat dari styrofoam. Selain berbahaya untuk kesehatan juga berbahaya bagi lingkungan. Minta kepada pedagang untuk membungkus makanan menggunakan pembungkus dari kertas coklat atau plastik.
- 7. Bawa wadah makanan dan minuman. Usahakan ketika bepergian untuk selalu membawa wadah makanan dan minuman bahkan kalau perlu sendok dan garpu. Selain mengirit pengeluaran, kamu juga berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik, kertas dan styrofoam. Ketiga benda tersebut adalah benda yang umum digunakan sebagai pembungkus makanan.
- 8. Jalan kaki, naik sepeda, naik kendaraan umum, atau menumpang kendaraan teman. Kalau kamu ingin pergi ke suatu tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh, usahakan untuk berjalan kaki. Selain menghemat bahan bakar, pengeluaran, kamu juga sekalian berolahraga. Apabila jarak tempatnya cukup jauh, kamu bisa menggunakan sepeda. Tidak ada sepeda atau tidak bisa naik sepeda? Naik kendaraan umum solusinya atau kalau mau lebih hemat lagi, pergi bersama teman atau saudara yang satu arah dengan kamu. Hal ini berlaku juga apabila kamu ingin membawa kendaraan pribadi. Ajaklah teman atau saudara yang satu arah dengan kamu. Apabila sering, kamu juga bisa membayar secara patungan untuk ongkos bensin yang dipergunakan. Lumayan untuk menghemat pengeluaran kan?
- 9. Membuat tampungan untuk air hujan. Kita tinggal di negara tropis dan mendapat curah hujan yang cukup. Mengapa tidak kita tampung saja air hujan tersebut sehingga bisa kita pergunakan untuk menyiram tanaman atau membersihkan peralatan berkebun? Caranya mudah. Siapkan tong atau wadah apa saja yang cukup untuk menampung air, biarkan terbuka sehingga ketika hujan, tong akan terisi. Boleh masukkan ikan untuk menghindari perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk.
- 10. Siram tanaman secukupnya. Kamu tidak perlu menyirami tanaman setiap hari, cukup tiga hari sekali dan tanamamu akan tetap hidup dan tumbuh. Terlalu sering menyiram tanaman juga tidak baik karena akan membuat tanah terlalu lembab, namun beda ceritanya apabila hujan yang mengguyurnya. Siramilah tanamanmu ketika pagi, sore atau malam hari karena pada saat itu sinar matahari tidak bersinar terik. Menyiram tanaman saat siang hari merupakan hal yang percuma karena teriknya sinar matahari akan mempercepat penguapan air yang diterima oleh tanaman.
- 11. Matikan listrik dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan. Membiarkan lampu dan kabel dari peralatan listrik yang tidak kita gunakan hanya menambah daya pemakaian listrik di rumah dan membuat tagihan listrik naik.
12. Tutup kulkas dengan rapat. Ketika membuka kulkas, jangan lupa untuk menutup kembali pintunya dengan rapat. Jangan pernah membiarkan pintu kulkas tidak rapat karena udara panas akan masuk dan itu membuat kulkas bekerja dengan keras sehingga membutuhkan daya yang besar. Hal ini otomatis memperbesar tagihan listrik di rumah kamu.
Berbagai cara diatas hanyalah sebagian kecil dari cara untuk menyelamatkan lingkungan. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba lagipula cara-cara diatas sederhana dan bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan untuk Caleg dan Capres
Untuk menyelamatkan lingkungan, apalagi yang sudah rusak memang tidak mudah. Cara-cara sederhana yang sudah saya paparkan pada blog ini, memang kecil pengaruhnya karena kita hanyalah bagian kecil dari Indonesia. Untuk menyelamatkan lingkungan, diperlukan peran serta pemerintah. Salah satu contoh yang membutuhkan peran serta pemerintah adalah kasus kebakaran hutan di Riau. Tanpa peran serta pemerintah, kebakaran hutan tidak akan pernah beres.
Lalu,. sudah seperti apa peran pemerintah dalam menjaga lingkungan? Menurut saya, lingkungan belum menjadi perhatian serius dari pemerintah. Coba kita lihat program dari para caleg dan capres. Adakah yang menjadikan lingkungan sebagai prioritas utama dalam program kerja mereka? Pada umumnya, program andalan mereka adalah meningkatkan ekonomi. Namun sayangnya, dalam usaha meningkatkan ekonomi seringkali lingkungan menjadi korban. Padahal, menurut saya, peran lingkungan sangat penting. Ekonomi tidak akan tumbuh pesat apabila lingkungan rusak. Seandainya pun tumbuh, hal itu tidak akan bertahan lama karena selanjutnya bencana akan datang mengintai. Lalu, ekonomi akan kembali terpuruk.
Dengan adanya pemilu, baik untuk calon legislatif maupun calon presiden, saya sangat berharap pelestarian lingkungan menjadi program andalan mereka. Kita sudah tidak bisa menutup mata lagi. Lingkungan Indonesia sudah banyak yang rusak. Hal ini menimbulkan pertikaian antara manusia dengan manusia serta manusia dengan binatang. Hal tersebut bukanlah perkara yang mudah. Apabila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat tanaman dan binatang hanya bisa kita lihat dalam bentuk imitasi dan kita akan hidup dalam dunia imitasi.
Contohnya bisa kita lihat film The Lorax (2012). Sebuah film animasi yang diangkat dari buku cerita anak-anak karya Dr. Seuss. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar dan untuk meningkatkan derajat hidupnya, seorang pria membabat habis semua pohon di hutan. Sebelum ia menghabiskan itu semua, muncul penghuni hutan yang bernama Lorax. Ia memperingatkan lelaki itu dan tetap mengizinkan ia tinggal di hutan selama ia tidak menebang pohon. Sayangnya lelaki itu ingkar janji dan ia menebang semua pohon yang ada di hutan. Hal itu membuat daya tarik tempat itu hilang sehingga semua makhluk hidup menghilang termasuk Lorax. Tempat itu menjadi gersang. Pria itu pun menyesal.
Bertahun-tahun kemudian, tidak jauh dari negeri gersang itu, dibangunlah suatu pemukiman. Namun, semua yang ada di tempat itu imitasi. Pohon imitasi, rumput imitas, bahkan untuk mendapatkan oksigen pun orang harus membayar. Tapi ada seorang pemuda yang sangat ingin mewujudkan mimpi gadis pujaannya. Gadis tersebut ingin melihat pohon asli. Berdasarkan cerita neneknya, pemuda tersebut pun menemui laki-laki asing yang tinggal di pinggiran kota. Ia pun memberikan sebutir biji pohon dan pemuda itu beserta keluarga dan gadis idamannya, berusaha mati-matian meyakinkan penduduk kota bahwa kita membutuhkan pohon.
Cerita diatas hampir sama dengan keadaan yang kita hadapi sekarang bukan? Demi pertumbuhan ekonomi, pohon dibabat tanpa pernah ditanami kembali. Hutan gundul, makhluk hidup yang ada didalamnya pun perlahan-lahan menghilang. Kita kehilangan tanaman dan binatang khas Indonesia. Apakah kita mau, anak cucu kita tidak bisa menikmati oksigen secara gratis? Itu sangat menyeramkan. Oleh karena itu, pada pemilu kali ini, mari kita pilih caleg dan capres yang mengedepankan pelestarian lingkungan. Karena lingkungan adalah masa depan kita, masa depan Indonesia. Semoga tulisan sederhana di dalam blog ini bermanfaat bagi kita semua. Selamat membaca.
- Kulihat ibu pertiwi
- Kami datang berbakti
- Lihatlah putra-putrimu
- Menggembirakan ibu
- Ibu kami tetap cinta
- Putramu yang setia
- Menjaga harta pusaka
- Untuk nusa dan bangsa*
* lagu diatas berjudul Ibu Pertiwi. Berdasarkan catatan pada video klip Chiquita Meidy, lagu asli tersebut diciptakan oleh Charles C dan lirik NN (tidak dikenal).