Judul : U-Turn
Penulis
: Nadya Prayudhi
Penerbit
: Plotpoint Publishing
Cetakan:
I, April 2013
Jumlah
halaman : vi + 233 halaman
Harga
buku : Rp 39.000
KEMBALI
“Masa lalu yang kelam hanya bisa terang
kembali jika kita membuatnya terang. Dengan berani menghadapi segala yang
menghadang di depan mata. Dengan berusaha memperbaiki segala yang salah sebisa
kita.”
Kalimat
di atas adalah salah satu kutipan dari novel ini. Melalui novel ini, penulis
ingin menyampaikan bahwa luka masa lalu yang tidak disembuhkan bisa
mempengaruhi kehidupan saat ini bahkan masa depan seseorang.
Novel ini dibuka dengan diterimanya sebuah email yang
mengejutkan. Email itu dari Bre, kekasih yang telah ia pacari selama 2 tahun. Karin
sangat tidak menyangka Bre mampu melakukan hal tersebut. Karin adalah tokoh
utama di novel ini. Ia adalah seorang wanita berusia matang dan mempunyai
pekerjaan mapan namun emosinya labil. Ia selalu menganggap bahwa dirinya tidak
pantas untuk dicintai. Hal ini membuatnya selalu menyakiti dirinya sendiri.
Karin bertemu Bre di sebuah kafe. Pertemuan yang tidak
disengaja sebenarnya, namun dari situ justru timbul benih-benih cinta diantara
mereka. Sikap Bre yang tenang dan mau menerima Karin apa adanya membuat Karin
mau menjadikan Bre kekasihnya.
Email dari Bre membuat Karin kembali teringat masa
lalunya yang kelam. Hal itu dimulai ketika ia kehilangan Abi, sepupu dekatnya.
Kesedihan dan kemarahan yang sangat membuatnya melakukan tindakan yang fatal. Ini
menyebabkan Karin diungsikan orang tuanya ke Pasadena, Amerika. Di tempat ini,
kehidupan Karin justru semakin kacau. Bir dan pesta menjadi makanan sehari-hari
dirinya.
Suatu hari, ia harus kembali ke Jakarta karena Ibunya
meninggal. Namun, ia tidak betah karena selalu teringat akan trauma masa
lalunya. Ia pun menemui seorang Psikiater bernama Marissa. Bersama Marissa, ia
merasa nyaman sehingga ia berani menceritakan kejadian masa lalu yang menghantuinya.
Karin memutuskan untuk tinggal di Bali. Di tempat
ini ia merasa menemukan cinta yang selama ini ia cari. Namun ternyata ia salah.
Bukan cinta yang ia dapat melainkan pukulan demi pukulan.Tapi, Karin merasa itu
adalah bentuk cinta dari pasangannya hingga suatu saat pasangannya
meninggalkannya. Karin kemudian sadar bahwa selama ini anggapannya salah. Lalu
ia kembali ke Jakata.
Suatu hari, ia pergi ke Malaysia dan bertemu Chuan,
seorang gay yang mau kembali ke jalan lurus karena cintanya yang begitu besar
kepada Karin. Namun karena suatu kejadian, Chuan kembali ke masa lalunya dan
itu membuat Karin kecewa. Ia kembali ke Indonesia dan bertemu dengan Bre.
Karin masih tidak terima dengan alasan yang dikemukan
Bre pada email yang ia kirim. Ia berusaha mencari tahu. Sampai akhirnya Karin
menemukan benang merah antara dirinya, Bre dan Marissa. Ternyata trauma masa
lalunya menghubungkan mereka semua. Karin dan Bre pun berusaha menghadapi
ketakutan-ketakutan yang selama ini mereka hindari.
Alur ceritanya yang mengalir membuat pembaca terhanyut
ketika membacanya. Namun, penggunaan alur campuran membuat pembaca sedikit sulit
membedakan mana masa sekarang dan mana masa lalu. Penggambaran setting
tempatnya pun detail.
Novel ini
menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu dari sisi Karin. Selain itu, cerita
ini tidak mudah ditebak hanya dari cover dan judulnya saja, namun justru itu sisi
menariknya novel ini.
hai floreance, makasih banyak sudah membaca buku aku dan membuat resensinya. such a good job. semoga ada pelajaran yang bisa dipetik dari novel U-turn yaaa...dan nantikan novel keduaku awal tahun ini. thanks again and keep reading! love-nadya
BalasHapus