Nama

Email *

Pesan *

Kamis, 01 Agustus 2013

Kembali - Resensi Novel U-Turn



Judul   : U-Turn
Penulis : Nadya Prayudhi
Penerbit : Plotpoint Publishing
Cetakan: I, April 2013
Jumlah halaman : vi + 233 halaman
Harga buku : Rp 39.000
KEMBALI

Masa lalu yang kelam hanya bisa terang kembali jika kita membuatnya terang. Dengan berani menghadapi segala yang menghadang di depan mata. Dengan berusaha memperbaiki segala yang salah sebisa kita.” 

Kalimat di atas adalah salah satu kutipan dari novel ini. Melalui novel ini, penulis ingin menyampaikan bahwa luka masa lalu yang tidak disembuhkan bisa mempengaruhi kehidupan saat ini bahkan masa depan seseorang. 

Novel ini dibuka dengan diterimanya sebuah email yang mengejutkan. Email itu dari Bre, kekasih yang telah ia pacari selama 2 tahun. Karin sangat tidak menyangka Bre mampu melakukan hal tersebut. Karin adalah tokoh utama di novel ini. Ia adalah seorang wanita berusia matang dan mempunyai pekerjaan mapan namun emosinya labil. Ia selalu menganggap bahwa dirinya tidak pantas untuk dicintai. Hal ini membuatnya selalu menyakiti dirinya sendiri. 

Karin bertemu Bre di sebuah kafe. Pertemuan yang tidak disengaja sebenarnya, namun dari situ justru timbul benih-benih cinta diantara mereka. Sikap Bre yang tenang dan mau menerima Karin apa adanya membuat Karin mau menjadikan Bre kekasihnya. 

Email dari Bre membuat Karin kembali teringat masa lalunya yang kelam. Hal itu dimulai ketika ia kehilangan Abi, sepupu dekatnya. Kesedihan dan kemarahan yang sangat membuatnya melakukan tindakan yang fatal. Ini menyebabkan Karin diungsikan orang tuanya ke Pasadena, Amerika. Di tempat ini, kehidupan Karin justru semakin kacau. Bir dan pesta menjadi makanan sehari-hari dirinya.  

Suatu hari, ia harus kembali ke Jakarta karena Ibunya meninggal. Namun, ia tidak betah karena selalu teringat akan trauma masa lalunya. Ia pun menemui seorang Psikiater bernama Marissa. Bersama Marissa, ia merasa nyaman sehingga ia berani menceritakan kejadian masa lalu yang menghantuinya. 

Karin  memutuskan untuk tinggal di Bali. Di tempat ini ia merasa menemukan cinta yang selama ini ia cari. Namun ternyata ia salah. Bukan cinta yang ia dapat melainkan pukulan demi pukulan.Tapi, Karin merasa itu adalah bentuk cinta dari pasangannya hingga suatu saat pasangannya meninggalkannya. Karin kemudian sadar bahwa selama ini anggapannya salah. Lalu ia kembali ke Jakata. 

Suatu hari, ia pergi ke Malaysia dan bertemu Chuan, seorang gay yang mau kembali ke jalan lurus karena cintanya yang begitu besar kepada Karin. Namun karena suatu kejadian, Chuan kembali ke masa lalunya dan itu membuat Karin kecewa. Ia kembali ke Indonesia dan bertemu dengan Bre. 

Karin masih tidak terima dengan alasan yang dikemukan Bre pada email yang ia kirim. Ia berusaha mencari tahu. Sampai akhirnya Karin menemukan benang merah antara dirinya, Bre dan Marissa. Ternyata trauma masa lalunya menghubungkan mereka semua. Karin dan Bre pun berusaha menghadapi ketakutan-ketakutan yang selama ini mereka hindari.

Alur ceritanya yang mengalir membuat pembaca terhanyut ketika membacanya. Namun, penggunaan alur campuran membuat pembaca sedikit sulit membedakan mana masa sekarang dan mana masa lalu. Penggambaran setting tempatnya pun detail.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu dari sisi Karin. Selain itu, cerita ini tidak mudah ditebak hanya dari cover dan judulnya saja, namun justru itu sisi menariknya novel ini.

1 komentar:

  1. hai floreance, makasih banyak sudah membaca buku aku dan membuat resensinya. such a good job. semoga ada pelajaran yang bisa dipetik dari novel U-turn yaaa...dan nantikan novel keduaku awal tahun ini. thanks again and keep reading! love-nadya

    BalasHapus